Loungewear, Gaya Yang Makin Populer Karena Covid

Intensitas aktivitas manusia yang berkurang selama masa pandemi COVID-19—karena lebih banyak berada atau dilakukan pada tempat tinggal—tidak menghentikan perkembangan tren mode. Pandemi justru menjadi pemicu meningkatnya popularitas salah satu gaya berpakaian kasual yang disebut loungewear. Adanya loungewear juga bisa dibilang ikut “menyelamatkan” industri retail karena penjualannya yang meningkat.

Perkembangan Loungewear
Salah satu gaya berbusana santai yang nyaman dalam dekade belakangan ada yang dikenal dengan nama ‘athlesuire’. Sesuai namanya yang berupa penggabungan athletic dan leisure, gaya pakaian ini mengombinasikan antara pakaian olahraga dan baju santai. Hasilnya, celana legging, sweater, sweatshirt, tank high, tracksuit dikemas dengan gaya yang modis dan dapat dipakai tidak hanya ketika berolahraga. Dari athleisure ini ada yang berkembang lagi menjadi loungewear.

Perkembangan loungewear tidak dipisahkan dari berkembangnya Netflix dan platform streaming lainnya, yang membuat banyak generasi muda lebih senang menghabiskan waktunya di tempat tinggal mereka untuk streaming ragam hiburan tadi. Hal tersebut sampai memunculkan istilah ‘generasi Netflix’ atau generasi ‘Netflix & Chill’.

Oleh karena makin banyak waktu yang mereka habiskan dalam ruang, kualitas berpakaian santai juga meningkat. Tidak lagi bergaya sembarangan, tapi santai dan gaya. Berbagai merek juga desainer fesyen kemudian menawarkan desain baju santai mereka yang trendy tapi nyaman dikenakan sehari-hari. Dari sinilah muncul tren loungewear yang lebih dari sekadar baju rumah biasa.

Sumber: Travel+Leisure

Tentu, pengaruh selebritas juga berpengaruh pada perkembangan loungewear. Salah satunya dari keluarga Kardashian dan Jenner yang sering mengenakan berbagai gaya loungewear sebagai kostum tampilan sehari-hari pada actuality present mereka. Kim Kardashian-West bahkan memproduksi loungewear pada brand fesyennya, SKIMS.

Loungewear Masa Pandemi
Aktivitas fashionable yang serba cepat dan sibuk tiba-tiba harus berhadapan dengan pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Alhasil, untuk mencegah penularan lebih luas, segala kegiatan pun jadi terbatas dan dibatasi hanya dilakukan dari tempat tinggal saja. Termasuk, kegiatan pendidikan dan bekerja. Segala bentuk komunikasi dan hubungan sosial pun berpindah ke dunia daring, tidak hanya melalui telepon dan chat, tapi juga video call.

Sumber: Pexels

Belum ada kepastian kapan pandemi berakhir membuat orang harus tinggal terus-terusan dalam tempat tinggalnya selama berbulan-bulan. Tapi, life goes on. Mereka pun menciptakan rutinitas baru yang memberi mereka energi lebih produktif dan inspiratif. Salah satunya, dengan berpakaian yang baik supaya lebih semangat menjalani aktivitasnya.

Baju-baju kerja sementara ini memang diistirahatkan dulu, berganti dengan baju rumah atau santai. Mengerjakan tugas kantor, mengurus usaha, menyiapkan makan siang, bahkan digital meeting mengenakan baju santai supaya leluasa bergerak. Malah, ada kebiasaan dandan hanya sebatas wajah ke pinggang untuk kebutuhan video call, video meeting, dan hal sejenisnya.

Pasar dari Pandemi
Kebutuhan berpakaian yang nyaman tapi tidak sembarangan akhirnya meningkatkan permintaan baju rumah yang stylish. Survei majalah fesyen Inggris, Drapers, pada bulan Maret 2020 lalu, terhadap 301 bisnis fesyen di Inggris, menemukan bahwa di tengah penurunan penjualan, produk-produk mereka seperti denims, denim, legging, athleisure, dan loungewear justru meningkat.

Melihat pasar yang sedang tumbuh, berbagai merek fesyen pun berlomba meluncurkan loungewear. Dilansir dari The Strait Stimes, merek fesyen Bonito dan Pomelo telah merilis produk loungewear mereka pada Maret dan April.

Sumber: The Real Fashionista

Pomelo sendiri telah memiliki produk loungewear dan kasual, tapi tetap meluncurkan gaya terbaru pada masa pandemi ini. Malah, merek fesyen asal Thailand ini telah merencanakan akan meluncurkan gaya loungewear lainnya, termasuk kategori self-care yang berkaitan dengan perlindungan dan kebersihan kesehatan pribadi.

“Selain faktor kenyamanan, saat ini fesyen memiliki peranan penting untuk memberikan perasaan normal pada kondisi yang sedang tidak pasti ini. Berdandan seperti rutinitas sebelum pandemi adalah salah satu cara membantu orang bertahan, karena hal tersebut yang mampu mereka lakukan saat ini,” ungkap perwakilan Pomelo kepada The Straits Times.

Menciptakan Loungewear Look
Sering melihat, kan, saat ini orang suka mengenakan baju seperti piyama pada foto Instagram mereka? Pada akhirnya, kita akan melihat baju-baju rumahan jadi bagian dari style fashion trendy. Contohnya, menggunakan set piyama, sweat pants, sweatshirt, hoodie, legging, tracksuit, celana pendek, dress, sundress, celana bahan ringan hingga jubah kimono.

Sumber: PopSugar

Semua pakaian tadi bisa dikenakan kala beraktivitas serius dalam suasana santai di kost. Tapi, disarankan memiliki pakaian formal, seperti outer blazer atau cardigan, yang dapat digunakan pada saat melakukan digital meeting. Jangan lupa, pilih warna terbaik, seperti warna-warna netral atau monoktom, supaya kamu tetap terkesan serius karena sedang dalam waktu bekerja (office hours).

Sumber: Simply Be

Saat ini, investasi mode kita memang perlu berubah sementara. Seperti koleksi makeup yang berganti dengan masker-masker cantik, baju-baju gaul disimpan dulu, berganti baju santai yang bisa di up-grade jadi baju ngantor secara digital.

BACA JUGA: