EDMONTON, KOMPAS.com – Seorang karyawati dealer Honda di Edmonton, Kanada, dipecat karena memakai baju yang dianggap tembus pandang.

Alasan pemecatannya adalah atasan lengan panjang dan celana panjang yang melanggar aturan berpakaian di perusahaan, dan membuat rekan-rekan prianya tidak nyaman.

Pegawai bernama Caitlin Bernier itu lalu mengajukan komplain terkait hak asasi manusia ke Alberta Honda, tempatnya bekerja.

Baca juga: Lelang Mobil Sitaan, Ada Honda Odyssey hingga Toyota Fortuner

“Saya dipecat karena memakai ‘pakaian yang tidak pantas’ untuk bekerja,” tulis Bernier dalam komplainnya yang dikutip CBC News Rabu (sixteen/9/2020).

“Ini pakaian yang sama sewaktu saya diterima kerja,” lanjutnya.

“Saya merasa sangat didiskriminasi atas semua ini,” kata Bernier yang baru direkrut dan terdaftar di program pelatihan karyawan perusahaan.

“Saya merasa salah diperlakukan. Saya tidak pantas kehilangan pekerjaan karena pakaian.”

Baca juga: Gadis 19 Tahun Tewas Setelah Diperkosa eleven Orang dan Dijatuhkan dari Lantai 6

Karyawati berusia 20 tahun itu menerangkan, dia dipecat dari vendor di th Ave pada eleven September, setelah seorang rekan perempuan menghampirinya di kantor.

Dia mengatakan dirinya ditegur karena bajunya tembus pandang, melanggar aturan berpakaian perusahaan dan membuat beberapa rekan pria tidak nyaman.

Bernier lalu menuturkan ke CBC News, baju itu juga dipakainya saat wawancara kerja di awal bulan dan sudah diberitahu pakaian itu sesuai dengan aturan bisnis-kasual di sana.

Rekan wanitanya sempat menyuruhnya memakai sweater untuk menutupi bajunya atau pulang, tapi Bernier langsung bertemu dengan perwakilan HRD.

Baca juga: Kisah Pilu Gadis Menopause Dini sejak Usia 6 Tahun dan Tak Bisa Hamil

“Hal pertama yang dikatakan wanita HRD itu adalah, ‘bajunya tidak apa-apa, sama sekali tidak tembus pandang’,” kata Bernier di Facebook-nya menceritakan insiden itu.

Unggahannya viral dan mendapat lebih dari 15.000 komentar sejak 11 September.

Bernier melanjutkan, staf HRD mengizinkannya pulang sampai manajernya kembali ke kantor.

Ia pun pulang tapi kira-kira satu jam kemudian dia ditelepon manajer umum dealer itu, yang mengatakan dia dipecat karena pelanggaran aturan berpakaian.

Baca juga: Mau Memelihara Motor Jadul Honda CG110, Simak Harga Pasarannya

“Dia (manajer pria) tidak pernah melihat pakaianku. Saya tidak pernah punya kesempatan berbicara.”

“Saya berkata, ‘Saya akan ke dealer dan bertemu Anda sekarang’, dan dia berkata ‘Percakapan ini sudah selesai’ dan menutup teleponku.”

Bernier baru bekerja dua minggu di sana dan merupakan satu-satunya wanita di bagian staf penjualan yang totalnya sekitar 12 orang.

Baca juga: Heboh Sales Wanita Dipecat karena Baju Tembus Pandang, Begini Respons Honda